Kamis, 29 Mei 2014

Puisi



NEGERI BODOH DAN GENERASIKU
Oleh Azis Abdullah

Menyedihkan sekali negeriku
Menyedihkan sekali generasiku

Generasiku adalah generasi bodoh
Generasi bodoh yang mewarisi kebodohan generasi sebelumnya
Generasi bodoh yang tak mengerti dimana madu dan dimana racun
Bodoh, betapa bodohnya generasiku

Generasiku adalah generasi bodoh
Yang bodohnya melebihi beratus ekor babi, yang serakahnya melebihi puluhan ekor monyet
Yang meliak-liuk merasa lemah dibawah tanah seperti cacing padahal tidak lain dirinya adalah piton yang menganga
Yang tak pernah puas menganga

Generasiku adalah generasi bodoh
Generasi yang menginginkan hukum rimba absolut
Bukankah kita akan lihat darah menggenangi trotoar?
Bukankah akan kita lihat bagaimana kepala orang-orang tua menggelinding di jalanan menggantikan ban-ban mobil?
Menyedihkan sekali generasiku

Menyedihkan sekali negeriku
Menyedihkan sekali generasiku

Generasiku, generasi bodoh
Negeriku Indonesia, negeri yang menyedihkan
Tak mampu habis puisiku untuk Indonesia hanya dengan satu ember tinta bahkan bila itu bertintakan darah

Bila Taufik Ismail berkata “Aku malu menjadi orang Indonesia” maka ia sangat benar
Aku sanggup membenamkan wajahku kedalam kotoranku sendiri
Agar dunia tak tahu bahwa aku adalah orang Indonesia
Agar dunia tak tahu aku dilahirkan sebagai manusia dari generasi yang bodoh ini
Malu, aku sungguh malu!

Wahai pemimpin! Hai pemimpin!
Ajari generasiku dengan hukum
Bila perlu hukum generasiku dengan pendidikan
Apa itu terbalik? Tidak!
Semua terbalik di negeri bodoh ini

Menyedihkan sekali negeriku
Menyedihkan sekali generasiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar