NEGERI BODOH DAN GENERASIKU
Oleh Azis Abdullah
Menyedihkan sekali negeriku
Menyedihkan sekali generasiku
Generasiku adalah generasi bodoh
Generasi bodoh yang mewarisi kebodohan
generasi sebelumnya
Generasi bodoh yang tak mengerti dimana
madu dan dimana racun
Bodoh, betapa bodohnya generasiku
Generasiku adalah generasi bodoh
Yang bodohnya melebihi beratus ekor
babi, yang serakahnya melebihi puluhan ekor monyet
Yang meliak-liuk merasa lemah dibawah
tanah seperti cacing padahal tidak lain dirinya adalah piton yang menganga
Yang tak pernah puas menganga
Generasiku adalah generasi bodoh
Generasi yang menginginkan hukum rimba
absolut
Bukankah kita akan lihat darah
menggenangi trotoar?
Bukankah akan kita lihat bagaimana
kepala orang-orang tua menggelinding di jalanan menggantikan ban-ban mobil?
Menyedihkan sekali generasiku
Menyedihkan sekali negeriku
Menyedihkan sekali generasiku
Generasiku, generasi bodoh
Negeriku Indonesia, negeri yang
menyedihkan
Tak mampu habis puisiku untuk Indonesia
hanya dengan satu ember tinta bahkan bila itu bertintakan darah
Bila Taufik Ismail berkata “Aku malu
menjadi orang Indonesia” maka ia sangat benar
Aku sanggup membenamkan wajahku kedalam
kotoranku sendiri
Agar dunia tak tahu bahwa aku adalah
orang Indonesia
Agar dunia tak tahu aku dilahirkan
sebagai manusia dari generasi yang bodoh ini
Malu, aku sungguh malu!
Wahai pemimpin! Hai pemimpin!
Ajari generasiku dengan hukum
Bila perlu hukum generasiku dengan
pendidikan
Apa itu terbalik? Tidak!
Semua terbalik di negeri bodoh ini
Menyedihkan sekali negeriku
Menyedihkan sekali generasiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar